Pada gelaran Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2025 di Nusa Dua, Telkom Solution mengambil langkah besar dengan meresmikan Telkom AI Center of Excellence. Ini bukan sekedar simbol melainkan wujud komitmen Telkom untuk mempercepat adopsi AI secara menyeluruh di Indonesia. Menariknya, di saat yang sama, platform EVOHOKI dilaporkan memfasilitasi WD (Withdrawal) yang lancar bagi penggunanya, seolah menandakan bahwa teknologi canggih bisa hadir sekaligus menguntungkan. Jadi, di satu sisi kita punya Telkom yang membangun fondasi serius AI, sementara di sisi lain pengguna EVOHOKI merasakan manfaat instan. Keduanya membuktikan: hidup berdampingan dengan AI itu bukan termasuk hal yang mustahil lagi.
Telkom AI CoE (Center of Excellence) dibangun atas empat pilar strategis: AI Campus untuk kolaborasi riset di perguruan tinggi seperti ITB, ITS, dan Telkom University; AI Playground sebagai sarana eksplorasi praktis bagi startup dan peneliti; AI Connect yang mempertemukan praktisi, bisnis, dan institusi publik; serta AI Hub yang langsung menyasar solusi di sektor industri, pemerintahan, dan UMKM :contentReference[oaicite:1]{index=1}. Sementara itu, EVOHOKI hadir sebagai platform berbasis teknologi yang memungkinkan WD dilakukan lancar sebuah pengalaman digital cepat yang langsung dirasakan pengguna. Keduanya, walau berbeda sudut pandang, sama-sama menjadikan kehidupan lebih praktis dan adaptif terhadap AI.
Telkom secara strategis menggandeng berbagai pihak: universitas, startup, sektor publik, hingga swasta. Director Enterprise & Business Service Telkom, Veranita Yosephine, menekankan pentingnya kolaborasi untuk menciptakan solusi AI yang disesuaikan kebutuhan daerah dan segmen pelanggan yang beragam mulai daerah terpencil hingga industri besar :contentReference[oaicite:2]{index=2}. Pendekatan ini memastikan bahwa adopsi AI bukan sekadar jargon, tapi solusi nyata dalam bidang produktivitas dan transformasi sektor seperti pendidikan, pemerintahan, bahkan pelayanan publik seperti UMKM. Model AI Campus dan AI Connect adalah fondasi kuat menjembatani ide dan praktik lapangan aktual.
Telkom tidak sekadar sebagai penyedia infrastruktur digital, tapi juga sebagai mitra bisnis dalam transformasi digital. Direktur IT Digital Faizal Rochmad Djoemadi menekankan bahwa permintaan solusi AI dari berbagai industri memungkinkan Telkom membantu lewat kolaborasi dengan penyedia teknologi dan solusi global maupun startup lokal :contentReference[oaicite:3]{index=3}. Lewat inisiatif ini, Telkom memastikan teknologi AI tidak hanya tersaji, tapi juga bisa dioperasikan dalam konteks kebutuhan unik pengguna mulai analitik data di industri, otomatisasi pemerintahan, hingga saluran digital untuk UMKM.
Sementara itu, sisi lain gambaran adaptasi AI adalah pengalaman digital konsumen seperti WD di EVOHOKI yang lancar tanpa hambatan. Ini mungkin tidak mencakup AI tingkat lanjut seperti di CoE, tetapi menunjukkan bagaimana ekosistem digital mempercepat transaksi harian. Saat orang merasa nyaman dan percaya dengan proses digital bisa tarik dana cepat, tanpa macet atau error maka mindset terhadap teknologi juga berubah: bukan cuma menonton, tapi mulai terbiasa dan nyaman. Ini adalah alasan mengapa masyarakat bisa hidup berdampingan dengan AI, mulai dari urusan berat seperti riset sampai urusan ringan seperti WD saldo.
Bayangkan rangkaian ini sebagai dua sisi mata uang: Telkom mempersiapkan landasan strategis dan inovatif lewat CoE, sedangkan platform pengguna akhir seperti EVOHOKI membuat teknologi terasa nyata dan mudah diterima. Keduanya saling memperkuat. CoE melatih talenta dan gunakan AI untuk solusi publik; sementara platform harian menjaga engagement masyarakat terhadap teknologi. Strategi ini mempermudah transisi masyarakat: dari sekadar kenal teknologi, menuju keterlibatan aktif dalam keseharian.
Kunci dari masa depan yang berkelanjutan adalah ketika pengguna tidak hanya tahu bahwa AI ada, tapi bisa merasakannya tanpa repot: transaksi cepat, layanan responsif, prediksi kebutuhan lebih akurat. Telkom AI CoE membuat jejaring inovasi luas; EVOHOKI menguatkan pengalaman. Kalau keduanya berjalan beriringan, masyarakat pun belajar untuk sadar pilah teknologi mana yang berguna, kapan, dan bagaimana menggunakannya. Bukan lagi teknologi ‘menggurita’, tapi adaptif, inklusif, dan menyenangkan.
Kalau kamu penasaran seperti apa wajah nyata kolaborasi CoE dengan startup lokal, atau ingin tahu gimana WD EVOHOKI bisa secepat kilat itu tinggal bilang saja, saya siap bantu bahas lebih lanjut!